BLOGSIA - Dunia keamanan siber kembali diguncang oleh kabar kurang sedap bagi para investor aset digital.
Baru-baru ini, kelompok peretas berhasil mengeksploitasi kerentanan pada perangkat penyimpanan mata uang kripto offline, atau yang lebih dikenal sebagai cold wallet, yakni Coldcard.
Insiden ini mengakibatkan hilangnya aset kripto dengan nilai fantastis, mencapai USD 130 juta atau setara dengan Rp 2,3 triliun.
Kasus ini menjadi pengingat keras bahwa tidak ada sistem yang sepenuhnya kebal terhadap serangan, bahkan perangkat yang dirancang khusus untuk keamanan maksimal sekalipun.
Berdasarkan laporan yang dilansir oleh TechCrunch, sejumlah grup peretas terorganisasi diduga memiliki akses untuk menguras dana dari dompet perangkat keras buatan Coinkite tersebut.
Secara teoritis, Coldcard dirancang sebagai dompet "dingin" (cold wallet).
Artinya, perangkat ini tidak terhubung langsung ke internet, sehingga seed phrase atau kunci pemulihan pengguna seharusnya tersimpan sepenuhnya secara offline demi menjamin keamanan aset.
Berbeda dengan hot wallet—dompet yang terhubung langsung ke internet melalui aplikasi atau ekstensi peramban—cold wallet umumnya dianggap sebagai benteng terkuat terhadap ancaman malware, ransomware, maupun upaya peretasan jarak jauh. Namun, serangan terkini membuktikan bahwa asumsi tersebut memiliki celah fatal.
Peretas diketahui memanfaatkan kelemahan mendasar dalam proses pembuatan seed phrase pada perangkat Coldcard. Akibatnya, rangkaian kunci pemulihan tersebut menjadi lebih mudah diprediksi.
Dengan kelemahan ini, pelaku kejahatan dapat melancarkan serangan brute-force, yakni metode coba-coba untuk menebak kata sandi korban hingga akhirnya mendapatkan akses penuh ke dompet yang seharusnya aman tersebut.
Data menunjukkan bahwa aktivitas peretasan di sektor aset kripto masih sangat tinggi. Antara Januari hingga Juli 2026, tercatat lebih dari 200 serangan kripto yang mengakibatkan kerugian total mencapai USD 972 juta, atau sekitar Rp 17,4 triliun.
Meski secara nilai nominal angka ini lebih rendah dibanding semester pertama tahun 2025, frekuensi serangan yang meningkat tetap menjadi alarm bagi para pemilik aset kripto.
Pihak Coinkite telah merespons temuan ini dengan mengeluarkan pemberitahuan keamanan resmi.
Insiden ini mengakibatkan hilangnya aset kripto dengan nilai fantastis, mencapai USD 130 juta atau setara dengan Rp 2,3 triliun.
Kasus ini menjadi pengingat keras bahwa tidak ada sistem yang sepenuhnya kebal terhadap serangan, bahkan perangkat yang dirancang khusus untuk keamanan maksimal sekalipun.
Ancaman di Balik Cold Wallet Coldcard
Berdasarkan laporan yang dilansir oleh TechCrunch, sejumlah grup peretas terorganisasi diduga memiliki akses untuk menguras dana dari dompet perangkat keras buatan Coinkite tersebut.
Secara teoritis, Coldcard dirancang sebagai dompet "dingin" (cold wallet).
Artinya, perangkat ini tidak terhubung langsung ke internet, sehingga seed phrase atau kunci pemulihan pengguna seharusnya tersimpan sepenuhnya secara offline demi menjamin keamanan aset.
Berbeda dengan hot wallet—dompet yang terhubung langsung ke internet melalui aplikasi atau ekstensi peramban—cold wallet umumnya dianggap sebagai benteng terkuat terhadap ancaman malware, ransomware, maupun upaya peretasan jarak jauh. Namun, serangan terkini membuktikan bahwa asumsi tersebut memiliki celah fatal.
Kelemahan Proses Pembuatan Seed Phrase
Peretas diketahui memanfaatkan kelemahan mendasar dalam proses pembuatan seed phrase pada perangkat Coldcard. Akibatnya, rangkaian kunci pemulihan tersebut menjadi lebih mudah diprediksi.
Dengan kelemahan ini, pelaku kejahatan dapat melancarkan serangan brute-force, yakni metode coba-coba untuk menebak kata sandi korban hingga akhirnya mendapatkan akses penuh ke dompet yang seharusnya aman tersebut.
Data menunjukkan bahwa aktivitas peretasan di sektor aset kripto masih sangat tinggi. Antara Januari hingga Juli 2026, tercatat lebih dari 200 serangan kripto yang mengakibatkan kerugian total mencapai USD 972 juta, atau sekitar Rp 17,4 triliun.
Meski secara nilai nominal angka ini lebih rendah dibanding semester pertama tahun 2025, frekuensi serangan yang meningkat tetap menjadi alarm bagi para pemilik aset kripto.
Langkah Preventif Mengamankan Aset Kripto
Pihak Coinkite telah merespons temuan ini dengan mengeluarkan pemberitahuan keamanan resmi.
Kerentanan pada perangkat tersebut dipastikan sudah diperbaiki melalui pembaruan firmware.
Para pengguna Coldcard sangat diimbau untuk segera mengunduh pembaruan tersebut melalui laman resmi perusahaan.
Selain memperbarui firmware, langkah krusial lainnya adalah melakukan migrasi dompet ke seed phrase yang baru. Hal ini penting untuk memastikan bahwa kunci akses Anda benar-benar baru dan tidak lagi terpengaruh oleh celah keamanan sebelumnya.
Sebagai strategi mitigasi risiko jangka panjang, diversifikasi metode penyimpanan aset sangat disarankan. Jangan menempatkan seluruh portofolio investasi pada satu jenis dompet saja.
Praktik terbaiknya adalah hanya menyimpan sebagian kecil aset di hot wallet untuk kebutuhan transaksi harian, sementara aset utama tetap berada di penyimpanan cold wallet yang selalu diperbarui keamanannya. Dengan strategi ini, jika salah satu dompet mengalami peretasan, risiko kehilangan seluruh aset dapat diminimalisir.
(*)
FAQ:
Cold wallet adalah dompet kripto yang tidak terhubung dengan internet, sehingga seed phrase tersimpan secara offline. Coldcard dianggap aman karena dirancang khusus untuk meminimalkan risiko serangan online seperti malware.
Peretas memanfaatkan kelemahan dalam proses pembuatan seed phrase yang membuat kunci tersebut mudah ditebak melalui metode brute-force.
Segera unduh firmware terbaru dari situs resmi Coinkite dan lakukan migrasi ke seed phrase yang baru sesuai petunjuk keamanan.
Tidak. Jika tidak segera diperbarui, dompet Anda tetap rentan terhadap serangan brute-force yang dapat menguras seluruh dana Anda.
Diversifikasi penyimpanan adalah strategi mitigasi risiko. Jika satu dompet diretas, Anda tidak akan kehilangan seluruh aset investasi Anda.
Tag Artikel:
#KeamananKripto #Coldcard #PeretasanKripto #ColdWallet #InvestasiKripto #CyberSecurity #TipsKripto #PembaruanFirmware #AsetDigital #BitcoinSecurity #Coinkite #ProteksiData #BruteForceAttack #TeknologiBlockchain #InvestasiAman
This article was released under the title: Waspada Celah Keamanan Dompet Kripto Coldcard Kuras Aset Hingga Triliunan Rupiah
Selain memperbarui firmware, langkah krusial lainnya adalah melakukan migrasi dompet ke seed phrase yang baru. Hal ini penting untuk memastikan bahwa kunci akses Anda benar-benar baru dan tidak lagi terpengaruh oleh celah keamanan sebelumnya.
Sebagai strategi mitigasi risiko jangka panjang, diversifikasi metode penyimpanan aset sangat disarankan. Jangan menempatkan seluruh portofolio investasi pada satu jenis dompet saja.
Praktik terbaiknya adalah hanya menyimpan sebagian kecil aset di hot wallet untuk kebutuhan transaksi harian, sementara aset utama tetap berada di penyimpanan cold wallet yang selalu diperbarui keamanannya. Dengan strategi ini, jika salah satu dompet mengalami peretasan, risiko kehilangan seluruh aset dapat diminimalisir.
(*)
FAQ:
1. Apa itu cold wallet dan mengapa Coldcard dianggap aman?
Cold wallet adalah dompet kripto yang tidak terhubung dengan internet, sehingga seed phrase tersimpan secara offline. Coldcard dianggap aman karena dirancang khusus untuk meminimalkan risiko serangan online seperti malware.
2. Bagaimana peretas bisa membobol Coldcard?
Peretas memanfaatkan kelemahan dalam proses pembuatan seed phrase yang membuat kunci tersebut mudah ditebak melalui metode brute-force.
3. Apa yang harus dilakukan jika saya pengguna Coldcard?
Segera unduh firmware terbaru dari situs resmi Coinkite dan lakukan migrasi ke seed phrase yang baru sesuai petunjuk keamanan.
4. Apakah aset saya masih aman jika tidak melakukan pembaruan?
Tidak. Jika tidak segera diperbarui, dompet Anda tetap rentan terhadap serangan brute-force yang dapat menguras seluruh dana Anda.
5. Mengapa sebaiknya tidak menyimpan semua aset di satu dompet?
Diversifikasi penyimpanan adalah strategi mitigasi risiko. Jika satu dompet diretas, Anda tidak akan kehilangan seluruh aset investasi Anda.
Tag Artikel:
#KeamananKripto #Coldcard #PeretasanKripto #ColdWallet #InvestasiKripto #CyberSecurity #TipsKripto #PembaruanFirmware #AsetDigital #BitcoinSecurity #Coinkite #ProteksiData #BruteForceAttack #TeknologiBlockchain #InvestasiAman
This article was released under the title: Waspada Celah Keamanan Dompet Kripto Coldcard Kuras Aset Hingga Triliunan Rupiah
Thanks for reading: Waspada Celah Keamanan Dompet Kripto Coldcard Kuras Aset Hingga Triliunan Rupiah, Sorry, my English is bad:)
