BLOGSIA - Sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memegang peranan penting dalam menggerakkan roda perekonomian nasional, khususnya di daerah. Salah satu contoh nyata terlihat di Desa Pragaan Laok, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, tempat di mana Rosidah (50) mengelola industri rumah tangga pengolahan gula merah tradisional.
Berbekal air nira dari pohon siwalan atau lontar yang melimpah di wilayah tersebut, ia konsisten mempertahankan warisan kuliner lokal sejak tahun 2006.
Pada masa awal perintisan, tantangan utama yang dihadapi berkaitan dengan keterbatasan sarana produksi serta minimnya permodalan.
Rosidah mulai merintis usaha gula merah tradisional berbahan nira siwalan di Desa Pragaan Laok, Sumenep, pada tahun 2006.
Pemilihan KUR BRI didasarkan pada suku bunga yang rendah, ketiadaan syarat agunan, serta proses pengajuan yang dinilai cepat dan responsif oleh pihak perbankan.
Kapasitas produksi harian meningkat dari sekitar 200 kilogram menjadi 500 kilogram per hari guna memenuhi permintaan pasar yang terus bertambah.
Jangkauan pemasaran telah melampaui wilayah Sumenep dan merambah ke Kabupaten Pamekasan, Sampang, serta Bangkalan.
Hingga Juni 2026, realisasi penyaluran KUR BRI mencapai Rp103,81 triliun dengan porsi sektor produktif mendominasi hingga 75,02%.
Pada masa awal perintisan, tantangan utama yang dihadapi berkaitan dengan keterbatasan sarana produksi serta minimnya permodalan.
Namun, komitmen yang kuat untuk mempertahankan kelangsungan usaha demi keluarga menjadi dorongan utama bagi Rosidah untuk terus bertahan di tengah berbagai keterbatasan operasional.
Titik balik perkembangan bisnis Rosidah terjadi pada tahun 2016. Meningkatnya permintaan pasar mendorong kebutuhan akan tambahan modal kerja untuk menjaga ketersediaan bahan baku.
Sungguh Besar Peran Pembiayaan KUR BRI dalam Ekspansi Usaha Gula Merah Rosidah
Titik balik perkembangan bisnis Rosidah terjadi pada tahun 2016. Meningkatnya permintaan pasar mendorong kebutuhan akan tambahan modal kerja untuk menjaga ketersediaan bahan baku.
Untuk mengatasi kendala tersebut, ia memutuskan untuk memanfaatkan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) di BRI Unit Pragaan.
Menurut Rosidah, keputusan memilih program pembiayaan dari perbankan pelat merah ini didasarkan pada kemudahan proses serta karakteristik produk yang sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha kecil.
Menurut Rosidah, keputusan memilih program pembiayaan dari perbankan pelat merah ini didasarkan pada kemudahan proses serta karakteristik produk yang sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha kecil.
"Saya sudah lama jadi nasabah BRI, tapi baru tahun 2016 itu memberanikan diri mengajukan pinjaman KUR. Prosesnya cepat dan tim dari BRI sangat responsif. Saya memilih KUR ini karena selain bunganya rendah juga tidak ada agunan. Jadi cocok untuk usaha kecil seperti saya," jelasnya.
Dukungan finansial tersebut dimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat rantai pasok bahan baku.
Dukungan finansial tersebut dimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat rantai pasok bahan baku.
Setelah kewajiban kredit tahap pertama diselesaikan dengan catatan yang baik, Rosidah kembali memperoleh kepercayaan untuk mengakses fasilitas pembiayaan lanjutan senilai Rp50 juta, disusul kucuran modal berikutnya pada tahun 2024.
Intervensi permodalan yang berkelanjutan memberikan dampak langsung terhadap skalabilitas bisnis.
Peningkatan Kapasitas Produksi dan Perluasan Pasar Gula Merah Rosidah
Intervensi permodalan yang berkelanjutan memberikan dampak langsung terhadap skalabilitas bisnis.
Berdasarkan data operasional, volume produksi harian yang mulanya berada pada kisaran 200 kilogram kini meningkat signifikan menjadi 500 kilogram per hari.
Peningkatan kapasitas produksi ini turut memperluas jangkauan distribusi.
Peningkatan kapasitas produksi ini turut memperluas jangkauan distribusi.
Pemasaran produk gula merah buatan Rosidah tidak lagi terbatas di wilayah Kabupaten Sumenep, melainkan telah menembus pasar regional di Kabupaten Pamekasan, Sampang, hingga Bangkalan.
Selain itu, sistem pemesanan yang dikembangkan secara berkala memudahkan para mitra pedagang grosir untuk melakukan transaksi secara rutin.
Aspek lain yang tidak kalah penting adalah terciptanya dampak ekonomi sosial di tingkat lokal. Usaha pengolahan ini kini menyerap tenaga kerja dari warga sekitar sebanyak enam orang, sekaligus menopang stabilitas ekonomi para petani pengumpul nira lokal.
Aspek lain yang tidak kalah penting adalah terciptanya dampak ekonomi sosial di tingkat lokal. Usaha pengolahan ini kini menyerap tenaga kerja dari warga sekitar sebanyak enam orang, sekaligus menopang stabilitas ekonomi para petani pengumpul nira lokal.
Pendapatan yang diperoleh dari peningkatan omzet bisnis juga berkontribusi langsung terhadap kesejahteraan keluarga pelaku usaha.
Hubungan antara debitur dan institusi keuangan tidak hanya terbatas pada transaksi pinjaman semata.
Pendampingan dan Sinergi Jangka Panjang
Hubungan antara debitur dan institusi keuangan tidak hanya terbatas pada transaksi pinjaman semata.
Kehadiran petugas perbankan melalui kunjungan berkala ke tempat produksi memberikan nilai tambah berupa pendampingan teknis dan konsultasi bisnis yang terbuka.
Fleksibilitas dalam layanan penyediaan modal tambahan turut memastikan operasional usaha tetap berjalan lancar.
Komitmen dalam mendukung sektor UMKM ini sejalan dengan arah kebijakan strategis PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Komitmen dalam mendukung sektor UMKM ini sejalan dengan arah kebijakan strategis PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menyatakan bahwa perbankan terus berupaya memperluas akses pembiayaan guna mendorong produktivitas daerah dan memperkuat sektor riil.
Hingga Juni 2026, realisasi penyaluran KUR BRI secara nasional tercatat mencapai Rp103,81 triliun atau setara dengan 54,63% dari total alokasi tahunan sebesar Rp190 triliun.
Hingga Juni 2026, realisasi penyaluran KUR BRI secara nasional tercatat mencapai Rp103,81 triliun atau setara dengan 54,63% dari total alokasi tahunan sebesar Rp190 triliun.
Sebagian besar dari total penyaluran tersebut, yakni 75,02%, diarahkan ke sektor-sektor produktif yang berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
“Kisah Rosidah membesarkan usaha Gula Merah di Sumenep jadi kisah inspiratif dari pelaku UMKM yang memanfaatkan KUR sebagai akses permodalan usaha dan terus berkembang melalui pemberdayaan BRI.
“Kisah Rosidah membesarkan usaha Gula Merah di Sumenep jadi kisah inspiratif dari pelaku UMKM yang memanfaatkan KUR sebagai akses permodalan usaha dan terus berkembang melalui pemberdayaan BRI.
Semoga kisah ini menjadi kisah inspiratif yang dapat direplikasi oleh pelaku UMKM lainnya di berbagai wilayah di Indonesia,” pungkas Akhmad.
FAQ:
FAQ:
Kapan Rosidah memulai usaha pengolahan gula merah di Sumenep?
Rosidah mulai merintis usaha gula merah tradisional berbahan nira siwalan di Desa Pragaan Laok, Sumenep, pada tahun 2006.
Apa landasan utama Rosidah memilih pembiayaan KUR BRI?
Pemilihan KUR BRI didasarkan pada suku bunga yang rendah, ketiadaan syarat agunan, serta proses pengajuan yang dinilai cepat dan responsif oleh pihak perbankan.
Bagaimana perkembangan volume produksi setelah mendapatkan akses KUR BRI?
Kapasitas produksi harian meningkat dari sekitar 200 kilogram menjadi 500 kilogram per hari guna memenuhi permintaan pasar yang terus bertambah.
Wilayah mana saja yang menjadi cakupan distribusi produk gula merah tersebut?
Jangkauan pemasaran telah melampaui wilayah Sumenep dan merambah ke Kabupaten Pamekasan, Sampang, serta Bangkalan.
Berapa realisasi penyaluran KUR BRI hingga pertengahan 2026?
Hingga Juni 2026, realisasi penyaluran KUR BRI mencapai Rp103,81 triliun dengan porsi sektor produktif mendominasi hingga 75,02%.
Tag Artikel:
UMKM Sumenep, Gula Merah Madura, KUR BRI, Pembiayaan Usaha, Perbankan, Ekonomi Kerakyatan, Berita Bisnis, UMKM Naik Kelas, Kuliner Tradisional, Pemberdayaan Masyarakat, BRI Indonesia, Berita Sumenep.
This article was released under the title: Perjalanan Panjang Seorang Rosidah Membesarkan UMKM Gula Merah di Sumenep Bersama KUR BRI
Thanks for reading: Perjalanan Panjang Seorang Rosidah Membesarkan UMKM Gula Merah di Sumenep Bersama KUR BRI, Sorry, my English is bad:)
