KEI Perkuat Kemandirian Warga Kepulauan Sumenep Melalui UMKM, Pendidikan, dan Layanan Kesehatan

KEI Perkuat Kemandirian Warga Kepulauan Sumenep Melalui UMKM, Pendidikan, dan Layanan Kesehatan
KEI Perkuat Kemandirian Warga Kepulauan Sumenep Melalui UMKM, Pendidikan, dan Layanan Kesehatan




  • SKK Migas–KEI menjalankan Program Pengembangan Masyarakat berbasis kebutuhan riil warga Kepulauan Sumenep.
  • Pemberdayaan ekonomi dilakukan lewat pelatihan kopi mangrove bagi pemuda karang taruna di Sapeken.
  • Dukungan kesehatan diwujudkan lewat ambulans mini roda tiga untuk meningkatkan layanan warga kepulauan.


BlogSIA.eu.org - Sumenep - Kehadiran industri hulu migas di Kepulauan Sumenep kembali menegaskan dampak positifnya bagi masyarakat lokal, saat PT Kangean Energy Indonesia (KEI) memperkuat kemandirian warga melalui Program Pengembangan Masyarakat (PPM) yang menyasar UMKM, pendidikan, hingga layanan kesehatan di Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep.

Sebagai Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang ditunjuk Pemerintah Indonesia, PT Kangean Energy Indonesia terus mendorong pemerataan manfaat industri hulu migas. Melalui PPM yang dijalankan bersama SKK Migas, KEI memfokuskan program pada wilayah sekitar operasi, terutama kawasan kepulauan yang memiliki tantangan geografis dan kebutuhan dasar spesifik.

Program PPM SKK Migas–KEI disusun berdasarkan pemetaan sosial serta usulan langsung dari masyarakat desa. Pendekatan ini memastikan bantuan dan kegiatan yang dijalankan tepat sasaran. Secara garis besar, PPM tersebut bertumpu pada lima pilar utama, yakni pengembangan sosial ekonomi, pendidikan, infrastruktur, kesehatan, dan lingkungan.

Dari sektor ekonomi kerakyatan, SKK Migas–KEI merealisasikan pelatihan pengembangan tanaman mangrove berbasis potensi lokal. Kegiatan ini berupa pelatihan pengolahan biji mangrove menjadi kopi khas yang diikuti Pemuda Karang Taruna Persada, Bina Muda Berkarya, dan Laskar Obor di Desa Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken, pada Selasa (9/12/2025).

Manager Public Government Affair KEI, Kampoi Naibaho, menjelaskan bahwa program tersebut dirancang sebagai upaya pemberdayaan pemuda karang taruna yang menjadi mitra SKK Migas–KEI. Ia menegaskan bahwa para pemuda telah berkomitmen untuk menjaga sekaligus melestarikan lingkungan sekitar.

“Alhamdulillah, kami sudah merealisasikan program ekonomi berupa pelatihan mengolah biji mangrove jadi kopi, karena di Desa Pagerungan Besar, Sadulang, dan Pagerungan Kecil, potensi mangrove sangat banyak. Kami juga bersyukur antusiasme mereka sangat tinggi hingga kegiatan selesai,” ujar Kampoi di sela-sela memantau langsung kegiatan PPM saat ditanya TribunMadura.com, Rabu (10/12/2025).

Menurut Kampoi, pengembangan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasi KEI sejatinya telah berjalan sejak 2016. Program tersebut tidak hanya berhenti pada pelatihan, tetapi juga dilanjutkan pendampingan pengembangan serta diversifikasi produk berbahan sumber daya lokal, baik dari sektor perikanan maupun pertanian.

“Lewat pelatihan produk hasil tanaman mangrove ini, kami akan mendorong agar produk ini menjadi identitas baru dalam binaan kami. Mohon dukungan dan kerja samanya ya,” pintanya.

Selain ekonomi, SKK Migas–KEI juga menyalurkan PPM pada sektor pendidikan dan keagamaan. Bantuan diberikan kepada MWC NU dan sejumlah pondok pesantren di Desa dan Kecamatan Sapeken, meliputi sarana prasarana penunjang aktivitas pendidikan dan ibadah seperti mesin diesel, dinamo, karpet, serta kursi.

Pada sektor kesehatan, perhatian difokuskan pada akses layanan bagi masyarakat kepulauan. Di Desa Saseel, Kecamatan Sapeken, SKK Migas–KEI menyerahkan ambulans mini roda tiga untuk menunjang pelayanan kesehatan warga yang selama ini terkendala kondisi medan dan cuaca.

“Kami ingin memastikan masyarakat di sekitar wilayah operasi SKK Migas-KEI benar-benar merasakan manfaat kehadiran industri hulu migas, baik di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, maupun keagamaan,” jelas Kampoi.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan PPM sangat bergantung pada sinergi antara perusahaan dan masyarakat. KEI berharap setiap bantuan dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan agar memberi dampak jangka panjang.

“Kami berharap bantuan ini tidak hanya berhenti pada penyaluran, tetapi digunakan secara optimal agar memberi nilai tambah ekonomi dan sosial bagi masyarakat kepulauan,” tegasnya.

Manfaat bantuan tersebut dirasakan langsung oleh tenaga kesehatan setempat. Kepala Puskesmas Pembantu Desa Saseel, Syaifullah, mengaku pelayanan kesehatan kini jauh lebih terbantu.

“Dengan bantuan ambulans roda tiga ini, pelayanan kesehatan kami jauh lebih maksimal. Sebelumnya kami tidak punya ambulans sebagus ini. Apalagi saat musim hujan, kendaraan ini sangat membantu antar-jemput pasien,” tuturnya.

Hal serupa disampaikan Kepala Desa Saseel, Taufek. Ia menyebut ambulans tersebut merupakan kebutuhan mendesak warga yang telah diusulkan melalui musyawarah desa sejak awal tahun.

“Warga kami memang sangat membutuhkan ambulans. Alhamdulillah sekarang terwujud. Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada PT KEI,” pungkasnya.

(*)

Thanks for reading: KEI Perkuat Kemandirian Warga Kepulauan Sumenep Melalui UMKM, Pendidikan, dan Layanan Kesehatan, Sorry, my English is bad:)

Getting Info...

Posting Komentar

Oops!
It seems there is something wrong with your internet connection. Please connect to the internet and start browsing again.
AdBlock Detected!
We have detected that you are using adblocking plugin in your browser.
The revenue we earn by the advertisements is used to manage this website, we request you to whitelist our website in your adblocking plugin.
Site is Blocked
Sorry! This site is not available in your country.