Kebiasaan Makan Mi Instan dan Risiko bagi Kesehatan Tubuh

Kebiasaan Makan Mi Instan dan Risiko bagi Kesehatan Tubuh
Kebiasaan Makan Mi Instan dan Risiko bagi Kesehatan Tubuh
  • Mi instan termasuk ultra processed food yang berisiko bila dikonsumsi terlalu sering.
  • Kandungan natrium tinggi dan rendah serat membuat proses cerna lebih lama.
  • Konsumsi perlu dibatasi serta dilengkapi bahan pangan bernutrisi.

BlogSIA.eu.org - Mi instan sudah lama menjadi bagian dari gaya hidup modern. Praktis, murah, dan mudah ditemukan, makanan ini kerap menjadi pilihan cepat saat lapar datang. Namun di balik kelezatannya, mi instan termasuk ultra processed food (UPF) yang menyimpan risiko bagi kesehatan pencernaan dan metabolisme tubuh, terutama bila dikonsumsi berlebihan tanpa keseimbangan nutrisi lain.

Spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterologi, hepatologi (KGEH), Aru Ariadno, mengingatkan bahwa kebiasaan mengonsumsi mi instan terlalu sering tidak bisa dianggap sepele.

"Masalah yang paling sering muncul seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung, obesitas, diabetes, gangguan pencernaan, hingga gangguan fungsi ginjal," ujarnya dikutip dari detikcom Minggu (14/12/2025).

Ia menjelaskan, kandungan natrium yang tinggi, lemak jenuh, serta kalori besar menjadi pemicu utama, sementara zat gizi penting seperti serat, vitamin, mineral, dan protein justru sangat minim.

Tak banyak yang menyadari bahwa mi instan memiliki cara kerja berbeda di dalam sistem pencernaan. Meski tampak serupa, mi instan membutuhkan waktu lebih lama untuk terurai dibandingkan mi segar atau mi basah. Di dalam lambung, mi instan dapat bertahan sekitar 3 hingga 5 jam sebelum masuk ke tahap pencernaan berikutnya. Pada sebagian orang, proses ini bahkan bisa memakan waktu hingga 1 sampai 2 hari sampai benar-benar keluar dari tubuh.

Lama proses cerna ini dipengaruhi tekstur mi instan yang lebih padat, kandungan minyak hasil penggorengan, serta bahan tambahan yang membuatnya tidak mudah hancur. Sebaliknya, mi segar atau mi tanpa pengawet cenderung lebih cepat melewati saluran cerna karena strukturnya lebih alami.

Ada beberapa faktor utama yang membuat mi instan lebih lama dicerna. Pertama, proses penggorengan yang menghasilkan lemak jenuh dapat memperlambat pengosongan lambung. Kedua, penggunaan bahan tambahan seperti stabilizer dan emulsifier, meski aman secara regulasi, membuat mi lebih keras dan sulit terurai. Ketiga, rendahnya kandungan serat menyebabkan kerja usus melambat sehingga makanan lebih lama berada di saluran pencernaan.

Jika dikonsumsi terlalu sering, mi instan dapat memicu berbagai dampak kesehatan. Risiko hipertensi meningkat akibat kadar garam yang tinggi, lonjakan gula darah lebih mudah terjadi, serta gangguan pencernaan seperti perut kembung, begah, konstipasi, atau refluks. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini juga berkaitan erat risiko obesitas, diabetes, dan meningkatnya beban kerja ginjal akibat natrium berlebih. Selain itu, pola makan berbasis mi instan berpotensi menimbulkan ketidakseimbangan gizi.

Agar tetap bisa menikmati mi instan tanpa mengorbankan kesehatan, dokter menyarankan sejumlah langkah sederhana. Menambahkan sayuran seperti bayam, wortel, sawi, atau brokoli dapat meningkatkan asupan serat dan vitamin. 
Sumber protein seperti telur, ayam, tahu, atau tempe juga penting untuk menyeimbangkan nutrisi. Penggunaan bumbu, terutama minyak dan bubuk perisa, sebaiknya dikurangi, serta frekuensi konsumsi dibatasi maksimal satu hingga dua kali dalam sepekan. Kebiasaan ini membantu tubuh tetap terjaga kesehatannya dan mendukung pola hidup yang lebih sadar gizi.

(*)

Thanks for reading: Kebiasaan Makan Mi Instan dan Risiko bagi Kesehatan Tubuh, Sorry, my English is bad:)

Getting Info...

Posting Komentar

Oops!
It seems there is something wrong with your internet connection. Please connect to the internet and start browsing again.
AdBlock Detected!
We have detected that you are using adblocking plugin in your browser.
The revenue we earn by the advertisements is used to manage this website, we request you to whitelist our website in your adblocking plugin.
Site is Blocked
Sorry! This site is not available in your country.